Mengenal Sejarah Trem Yang Ada Di
Kota Tua
Berbicara soal alat transportasi
kota, di Jakarta pernah ada alat transportasi bernama trem. Moda transportasi
berupa kereta itu sudah ada jauh sebelum kita mengenal bus kota. Jejak trem
yang masih bisa kita lihat saat ini ada di depan Museum Fatahillah di kawasan
Kota Tua. Sisa rel trem tersebut ditemukan saat dilakukan penggalian di sekitar
tahun 2002-2003.
Kini sisa rel yang terpendam tanah
tersebut dibuatkan kotak kaca dan bisa kita saksikan tepat di depan Meriam Si
Jagur. Selain bisa menyaksikan sisa rel tersebut, kita juga bisa melihat
sekilas sejarah trem di Kota Jakarta.
Trem kuda tersebut ditarik tiga sampai empat kuda. Sang kusir biasanya menggunakan terompet sebagai klakson. Pada 1881, keberadaan trem kuda digantikan trem uap. Kereta tak lagi ditarik kuda melainkan lokomotif yang dijalankan dengan ketel uap. Rutenya pun lebih panjang yaitu dari Pasar Ikan sampai Jatinegara.
Jalur trem bercabang di kawasan Harmoni. Selain ke arah
Tanah Abang, jalur trem juga menjalar ke Jatinegara melintasi Pasar Baru –
Gunung Sahari – Kramat – Salemba – Matraman. Sekitar 20 tahun kemudian, seiring
perkembangan teknologi, trem uap pun tergeser oleh trem listrik.
Namun, trem uap masih mengiringi
kemunculan trem listrik hingga akhirnya dihapus pada 1933.
Selama 27 tahun, trem listrik pun merajai jalanan Jakarta hingga akhirnya tergusur oleh bus-bus PPD.
Trem tersebut melayani empat rute di Batavia:
Selama 27 tahun, trem listrik pun merajai jalanan Jakarta hingga akhirnya tergusur oleh bus-bus PPD.
Trem tersebut melayani empat rute di Batavia:
Rute 1
Stasiun di pintu Gerbang Amsterdam
menuju Stadhuisplein (Taman Fatahillah) – Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar
Utara dan Selatan) – Molenvliet West (Jalan Gajah Mada) – Harmoni.
Rute 2
Rute 2
Rute ini merupakan lanjutan dari
rute 1. Dari Harmoni - Rijswijk (Jalan Veteran) - Wilhelmina Park (Masjid
Istiqlal) - Pasar Baru - Senen - Kramat - Salemba - Matraman - Meester Cornelis
(Jatinegara).
Rute 3
Rute 3
Dari Harmoni menuju Tanah Abang -
Kampung Lima Weg (Sarinah) – Tamarin Delaan (Jalan Wahid Hasyim) – Kebon Sirih
– Kampung Baru (Jalan Cut Mutia) – Kramat.
Rute 4
Rute ini merupakan cabang dari Rute
3. Dari Harmoni menuju Istana Gubernur Jenderal (Istana Merdeka), Koningsplein
(Medan Merdeka) - Stasiun Gambir - Tugu Tani - Kampung Baru (Jalan Cut Mutia).
Total panjang jalur trem yang ada 40
kilometer yang terbagi menjadi 6 lajur. Jalur utama yang melayani : Oud Batavia
(Jalan Cengkeh, Jakarta Kota) hingga Meester Cornelis (Jatinegara) menempuh
jarak 14 kilometer. Jalur Trem ini melewati bangunan atau tempat penting di
Batavia, yaitu: Gerbang Amsterdam, yang merupakan pintu masuk ke Batavia,
Stadhuisplein (Taman Balai Kota), Kantor Dewan Kehakiman, Balai Kota Batavia
(Museum Sejarah Jakarta), Kantor Bank Jawa, Stasiun BEOS (Stasiun Jakarta
Kota), Harmonie, Istana Gubernur Jenderal (Istana Merdeka), Koningsplein (Medan
Merdeka), lokasi Lapangan Ikada dan tempat diadakannya Pasar Gambir, Stasiun
Gambir, Wilhelmina Park (Masjid Istiqlal), Pasar Baru, Waterloopein (Lapangan
Banteng), Stasiun Meester Cornelis (Stasiun Jatinegara).
Tidak ada komentar :
Posting Komentar