Senin, 25 April 2016

Sejarah Trem di Jakarta



Mengenal Sejarah Trem Yang Ada Di Kota Tua
Berbicara soal alat transportasi kota, di Jakarta pernah ada alat transportasi bernama trem. Moda transportasi berupa kereta itu sudah ada jauh sebelum kita mengenal bus kota. Jejak trem yang masih bisa kita lihat saat ini ada di depan Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua. Sisa rel trem tersebut ditemukan saat dilakukan penggalian di sekitar tahun 2002-2003.
Kini sisa rel yang terpendam tanah tersebut dibuatkan kotak kaca dan bisa kita saksikan tepat di depan Meriam Si Jagur. Selain bisa menyaksikan sisa rel tersebut, kita juga bisa melihat sekilas sejarah trem di Kota Jakarta.

Trem kuda tersebut ditarik tiga sampai empat kuda. Sang kusir biasanya menggunakan terompet sebagai klakson. Pada 1881, keberadaan trem kuda digantikan trem uap. Kereta tak lagi ditarik kuda melainkan lokomotif yang dijalankan dengan ketel uap. Rutenya pun lebih panjang yaitu dari Pasar Ikan sampai Jatinegara.
            Jalur trem bercabang di kawasan Harmoni. Selain ke arah Tanah Abang, jalur trem juga menjalar ke Jatinegara melintasi Pasar Baru – Gunung Sahari – Kramat – Salemba – Matraman. Sekitar 20 tahun kemudian, seiring perkembangan teknologi, trem uap pun tergeser oleh trem listrik.
Namun, trem uap masih mengiringi kemunculan trem listrik hingga akhirnya dihapus pada 1933.
Selama 27 tahun, trem listrik pun merajai jalanan Jakarta hingga akhirnya tergusur oleh bus-bus PPD.
Trem tersebut melayani empat rute di Batavia:
Rute 1
Stasiun di pintu Gerbang Amsterdam menuju Stadhuisplein (Taman Fatahillah) – Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Utara dan Selatan) – Molenvliet West (Jalan Gajah Mada) – Harmoni.
Rute 2
Rute ini merupakan lanjutan dari rute 1. Dari Harmoni - Rijswijk (Jalan Veteran) - Wilhelmina Park (Masjid Istiqlal) - Pasar Baru - Senen - Kramat - Salemba - Matraman - Meester Cornelis (Jatinegara).
Rute 3
Dari Harmoni menuju Tanah Abang - Kampung Lima Weg (Sarinah) – Tamarin Delaan (Jalan Wahid Hasyim) – Kebon Sirih – Kampung Baru (Jalan Cut Mutia) – Kramat.
Rute 4
Rute ini merupakan cabang dari Rute 3. Dari Harmoni menuju Istana Gubernur Jenderal (Istana Merdeka), Koningsplein (Medan Merdeka) - Stasiun Gambir - Tugu Tani - Kampung Baru (Jalan Cut Mutia).
Total panjang jalur trem yang ada 40 kilometer yang terbagi menjadi 6 lajur. Jalur utama yang melayani : Oud Batavia (Jalan Cengkeh, Jakarta Kota) hingga Meester Cornelis (Jatinegara) menempuh jarak 14 kilometer. Jalur Trem ini melewati bangunan atau tempat penting di Batavia, yaitu: Gerbang Amsterdam, yang merupakan pintu masuk ke Batavia, Stadhuisplein (Taman Balai Kota), Kantor Dewan Kehakiman, Balai Kota Batavia (Museum Sejarah Jakarta), Kantor Bank Jawa, Stasiun BEOS (Stasiun Jakarta Kota), Harmonie, Istana Gubernur Jenderal (Istana Merdeka), Koningsplein (Medan Merdeka), lokasi Lapangan Ikada dan tempat diadakannya Pasar Gambir, Stasiun Gambir, Wilhelmina Park (Masjid Istiqlal), Pasar Baru, Waterloopein (Lapangan Banteng), Stasiun Meester Cornelis (Stasiun Jatinegara).

Tidak ada komentar :

Posting Komentar